Skip to content

Contoh Alat Tes Psikologi Kategori a


Google Image

Sudah banyak pihak yang menanyakan pertanyaan tersebut kepadaku. Jawabanku selalu sama,
semua orang BOLEH menggunakan tes psikologi. Hanya saja,
“Siapa yang BERHAK menggunakan tes tersebut adalah suatu persoalan yang lain.”

Sebelum membahas pertanyaan tersebut, kita harus sepakat dulu tentang pengertian dari tes psikologi. Tes psikologi adalah bagian dari praktek psikologi khususnya termasuk dalam proses psikodiagnostik (asesmen, atau penilaian, atau intervensi) dengan menggunakan hingga mengintepretasi alat tes psikologi (Kode Etik Psikologi Indonesia, Bab 1, Pasal 1, poin 3). Intepretasi alat tes sendiri berarti mengolah hasil tes hingga mengambil kesimpulan tentang tes tersebut.

***

Kembali ke pembahasan, semua orang BOLEH menggunakan tes psikologi. Tapi, tidak semua orang BERHAK menggunakan tes tersebut. Ketentuan yang berhak menggunakan tes psikologi sebenarnya sudah diatur dalam Kode Etik Psikologi Indonesia pada

Bab XI – Asesmen, pasal 63 – Penggunaan Asesmen (poin 3 – Kategori Alat Tes dalam Psikodiagnostik), dengan jabaran sebagai berikut:

Kategori alat tes dalam Psikodiagnosti
k:


a.

Kategori

A : Tes yang tidak bersifat klinis dan tidak membutuhkan keahlian dalam melakukan administrasi dan interpretasi. Tes ini dapat dilakukan oleh siapa saja (non psychologist) (termasuk dalam kategori ini adalah
vocational proficiency test).


b.

Kategori B: Tes yang tidak bersifat klinis tetapi membutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam administrasi dan interpretasi


c.

Kategori C: Tes yang membutuhkan beberapa pengetahuan tentang konstruksi tes dan prosedur tes untuk penggunaannya dan didukung oleh pengetahuan dan pendidikan psikologi seperti statistik, perbedaan individu, dan bimbingan konseling


d.

Kategori D: Tes yang membutuhkan beberapa pengetahuan tentang konstruksi tes dan prosedur tes untuk penggunaannya dan didukung oleh pengetahuan dan pendidikan psikologi seperti statistik, perbedaan indvidiu. Tes ini juga membutuhkan pemahaman tentang testing dan didukung dengan pendidikan psikologi standar psikolog dengan pengalaan satu tahun dan disupervisi oleh psikolog dalam menggunakan alat tersebut.

14016762081696066781

Psikotest: Google Image

Nah, secara sederhana, yang berhak menggunakan bahkan mengintepretasi semua alat tes psikologi adalah mereka yang sudah memiliki gelar Magister Profesi Psikologi (gelar: M. Psi, dengan sebutan psikolog). Sedangkan bagi mereka yang belum memiliki gelar tersebut, namun telah memiliki gelar ilmuan psikologi (Magister Sains Psikologi, dan atau lulusan Strata-1 Psikologi) boleh menggunakan alat tes tertentu saja, sebatas tidak sampai pada intepretasi alat tes.

Contoh beberapa tes yang hanya boleh digunakan oleh Psikolog saja antara lain, tes proyektif (aku tidak boleh menyebutkan nama tesnya karena alasan kode etik). Sedangkan tes yang boleh digunakan oleh non-psikolog bahkan orang awam adalah tes tanpa intepretasi khusus seperti DISC, Papikostik, dan MBTI (bahkan, dari info terbaru yang aku peroleh, ketiga tes tersebut bukanlah berasal dari bidang keilmuan psikologi, namun dari keilmuan managemen)

***

Aku bukan mau menggurui atau
sok-sok-an
ngasi
tahu batasan-batasan tersebut. Hanya saja, ini merupakan salah satu usaha agar supaya keilmuan psikologi tidak kehilangan keunikannya. Memang
sih, psikologi bukan hanya
melulu
tentang tes psikodiagnostik saja. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa psikodiagnostik adalah salah satu ‘harta’ yang berharga yang perlu dijaga oleh kita semua khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia psikologi.
Yuk, dukung Kode Etik Psikologi Indonesia…^_^

Referensi: Kode Etik Psikologi Indonesia, 2010

#Psychological Zone






Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya

Lihat Kesehatan Selengkapnya



Beri Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Lihat Semua Komentar (1)



VIDEO PILIHAN

Contoh Alat Tes Psikologi Kategori a

Source: https://www.kompasiana.com/kandy/54f71a5ca333110c248b481f/siapa-aja-sih-yang-boleh-menggunakan-tes-psikologi

Popular:   Lowongan Kerja Psikologi Di Rumah Sakit